September 20th, 2008

Nah, Nie dia Cover Pungo

SETELAH melakukan beberapa riset dan searching referensi tentang model-model terbaru design cover buku, akhirnya saya selesai juga men-desain cover buku PUNGO ini. Hasil design yang perdana ini idenya sewaktu saya jalan-jalan hunting buku baru di toko-toko buku di Banda Aceh.
Desain yang perdana

Desain yang perdana

Proses design covernya pun tidak memakan waktu yang lama. Saya mulai created new files di Adobe Photoshop pada Jumat, 19 September 08 atau 19 Ramadan kemarin, dini hari, kira-kira jam 3 pagi. Saya memulainya dengan mencari beberapa stock foto dan ketemu sebuah foto lama yang sedikit extrim. Yang motret kawan saya, kalua ngak salah Roni Purnama--kalaupun salah dan ada yng komplain, ntar saya ralat lagi--sedangkan fokusnya adalah teman lama saya juga. Dia--model cover buku itu-- bisa di kategorikan ' ureung pungo', tapi bukan pungo (gila) yang sebernarnya. Tapi seperti sebutan untuk seseorang yang agak sedikit parah kelakuannya, bahasa kerenya 'gilaaaa meeeeen". Saya merasa cocok untuk menjadikan dia bahan pelangkap desain buku ini, karena dia pernah melakukan hal yang sangat pungo terhadap saya. Disaat dia kere, kantong kosong, dia nekat menjual motor butut saya. Padahal saya dan dia mitra kerja, kawan dekat, bahkan tidur juga seranjang. Gawatkan, teganya dia menjual motor butut saya. Cocok kurasa kalau dia itu 'pungo'. Kalau ada waktu saya akan mencerikatan kisah pilu yang pungo itu. Soal ide, saya memang suka olah warna, permainan tone gosong dan melibatkan beberapa layer di photoshop. Saya jarang menggunakan efek yang sudah tersedia di aplikasi ajaib itu. Saya memamfaatkan chanel menciptakan filter warna untuk manghasilkan efek dramatis dari foto/image itu sendiri. Bagian warna saya tonjolkan sedikit gelap dan menggosok warna langit biar menghasilkan konsep tren coloring saat ini, baik untuk desain cover film, buku dan art photographic. Konsep ini sering dipakai oleh designer luar negeri pada design 'computer art', yang pasti mereka yang memulainya, kita hanya ikut saja, hehehe.... Sekian dulu. Mohon kritik dan saranya.[]

September 18th, 2008

Pra Desing Cover: Asah Kemapuan

SUDAH lama saya tidak mengolah foto di Photoshop. Dulu, sewaktu menggunakan aplikasi ajaib dari Adobe ini terasa sangat sulit. Melihat tampilahnsaja pusing tujuh kliling. Sekarang, photosop aplikasi yang wajib pakek setiap hari untuk convert foto menjadi CMYK, Grayscale (hitam-putih), path, crop dll untuk kebutuhan pracetak koran. Bagi saya, photoshop sudah menjadi eumpang breuh (karung beras, atau istilah untuk menghasilkan sesuap nasi), He... he... Begitulah kira-kira.

Selain di luar tugas wajib itu, photoshop dari versi 7.0, versi CS dan sekarang versi terbaru CS3 sudah saya coba sekaligus hiburan saya saat bete 'menyerang'. Kalau lagi serius, saya juga tidak bosan-bosanya mencari free tutorial, trik's dan tips oldig foto with Photoshop CS3' di internet, karena saya memang suka itu.

Namun, hal itu sudah jarang saya lakukan lagi. Ngak tau ya, kenapa, mungkin sudah mulai bosan. Jawabannya, tanya saja pada rumput yang bergoyang....

Kemarin, saya buka gudang saya. Saya kangen pada kenang-kenangan lama. Banyak karya saya dulu sudah berderbu, bahkan mulai berjamur yang saya taruh di kotak berlebel "My Files' buatan 'New folder' itu pada 2006 lalu sama si 'Ana' kesayangku.

Mau lihat karya saya, berupa foto hasil jepretan dan hasil oldig yang sudah berdebu itu. Ini dia....

Jepretan sebelum oldig

Jepretan sebelum oldig



Sesudah oldig

Sesudah oldig



*

Ini hanya permainan chanel dan layer saja, sederhana dan sangat mudah. Semua orang yang sudah lancar menjalankan Adobe Photoshop pasti bisa.

Selama Ramadhan dan beberapa hari ini, menjelang buka puasa, saya coba mengasah kembali trik dan tips oldig foto sebelum 'berperang' lebih serius. Perang itu "Bertempur melawan 'ACEH PUNGO', layout sebuah buku karangan Taufik Al Mubarak yang akan terbit bulan ini, insyallah. Semua desainnya dipercayakan sama saya. Thank Fiek...

Kenapa saya katakan perang?

Karena, dari judulnya saja sudah gila. 'PUNGO' itu, bahasa Indonesianya "GILA". Kalau ACEH PUNGO, sudah pasti 'Aceh gila'. Kenapa 'Aceh Gila', ntar baca saja bukunya. Dan Ssstttt... Yang di luar negeri ntar saya kirim ebook-nya, yach. Tapi jangan ketahuan sama penulisnya. Ntar saya harus nutup kerugian cetaknya. Hehe...

Saya pun jadi gila dibuatnya. Apa yang akan tampilkan pada cover buku yang penuh dengan kontroversi itu, sedangkan ilmu saya cuma bisa oldig seperti contoh tadi. Salah-salah desain, bisa dilarang terbit dan akan menimbulkan perang lagi, hehehe... Makanya, saya asah kembali kemampuan saya sebelum berperang dengan ACEH PUNGO itu.

Mohon doanya. Salam Ramadhan.[]